Malm ni ga ada inspirasi sedikitpun. Apa yang ku rasakan semuanya tak dapat ku tulis
Entah aku ga tau perasaan ini di namakan perasaan apa, Sedih, duka, sedikit bahagia, keluh, kesal, Ragu. Semua tercampur menjadi satu, ga ada sedikitpun kata yang mampu tuk mengisi diary ini dengan kata-kata indah, ga ada satu huruf pun yang bisa ku mulai tuk merangkai kata puitis... Ada apa...??? kenapa....? memang rasa yang tak biasa.
Hanya bisa menanti fajar hanya bisa menunggu mentari,
Heri Sevenfoldism Vengeancegates

Buat Lencana Anda
Pembukaan
Assalamualaikum wr.wb
Berkat rahmat tuhan yang maha esa saya telah di berikan sehat jasmani dan rohani sehingga pada saat ini saya masih bias membuat blog.. meskipun blog ini tidak sebagus blog-blog atau situs-situ lainnya tapi saya bersyukur atas nikmat dan rahmat yang telah alla berikan…
Ucapan
Kepada para pengunjung dan para pembaca saya ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya karena kalian sudah mau mampir dib log saya yang sederhana ini, saya mohon maaf atas ketidak nyamanan atau ada kata2 yang salah ataupun postingan yang sama atau kata- kata yang tidak berkenan di hati para pembaca semua.
Peringatan
Buat para pembaca atau yang hanya lewat melihat-lihat saja, saya mohon jangan merubah atau mencopy semua postingan yang ada di blog ini tanpa seijin pemilik atau syarat-syarat yang sudah di tentukan oleh pemilik.
Yaitu syarat-syaratnya sebagai beriku :
- Jangna mencopy tulisan ini kecuali dengan syarat yaitu anda harus ijin di kotak komentar yang telah saya sediakan di bawah setiap postingan.
- Dilarang memodifikasi atau merubah kata2 dari setiap postingan yang anda copy dari blog ini
Demikianlah Pesan-pesan dari saya dan saya mohon maaf atas ketidak nyamanan anda.. Ingat...!!! Jadilah orang indonesia yang taat kepada peraturan dan perundang undangan dan jadilah pribadi yang baik dan ciptakanlah hasil karya sendiri dan tidak mencontek atau merubah karya orang lain tanpa seijin pemilik.
Terimakasih....
Menunggu pagi dan menanti sebuah jawaban,
di sudut jendela depan kamarku
ku rangkai sebait puisi mengarungi gelisah dan menalar keresahan hati,
entah duka, airmata atau bahagia yang ku dapat nanti,
goresan ini akan menjadi jejak suci pagi ini,
Kata demi kata mewakili detik waktu menjelang pagi,
kurasakan getaran hati yang tak biasa di rasakan tiap hari
Menunggu pagi ku coba tenangkan diri
tak sabar menanti datangnya sang mentari
menunggu pagi untuk cinta terahirku
_________________________________________________
Mencintai dengan hati bukan dengan nafsu itulah cinta sejati
Rela merubah diri itulah pengorbanan
Cinta itu suci dan tak patut di nodai
Cinta itu abstrak dan tak dapat di lihat
Hanya tingkah dan prilaku yang menjadi ciri dari cinta
Bukan dengan kata atau sejuta janji
_________________________________________________
Aku ga tau ini puisi atau novel
yang aku tau ini hanyalah ungkapan hati
Untuk menunggu pagi
__________________________________________________
:: Herie vengeance ::
\\__________________//
di sudut jendela depan kamarku
ku rangkai sebait puisi mengarungi gelisah dan menalar keresahan hati,
entah duka, airmata atau bahagia yang ku dapat nanti,
goresan ini akan menjadi jejak suci pagi ini,
Kata demi kata mewakili detik waktu menjelang pagi,
kurasakan getaran hati yang tak biasa di rasakan tiap hari
Menunggu pagi ku coba tenangkan diri
tak sabar menanti datangnya sang mentari
menunggu pagi untuk cinta terahirku
_________________________________________________
Mencintai dengan hati bukan dengan nafsu itulah cinta sejati
Rela merubah diri itulah pengorbanan
Cinta itu suci dan tak patut di nodai
Cinta itu abstrak dan tak dapat di lihat
Hanya tingkah dan prilaku yang menjadi ciri dari cinta
Bukan dengan kata atau sejuta janji
_________________________________________________
Aku ga tau ini puisi atau novel
yang aku tau ini hanyalah ungkapan hati
Untuk menunggu pagi
__________________________________________________
:: Herie vengeance ::
\\__________________//
Cinta itu abstrak dan cinta tak dapat di tebak
Cinta dapat di rasakan dengan hati dan kalbu bukan dengan nafsu
Rela melindungi dengan sayapnya meski sayap itu telah patah dibuatnya
Memang patah hati itu sakit tapi sakit karna cinta itu kadang indah jika kita sudah terbiaasa di sakiti
Kadang cinta bisa membuat kita setengah gila karna tersenyum sendiri saat mengingatnya
kadang kita juga harus menitikan airmata tanpa sentuhan fisik darinya
Cinta itu tenaga, cinta itu senjata dan cinta itu dynamit yang siap meledak dan membunuh kita jika kita lalai
Gerimis yang berteduh di pinggir jendela
seperti sedang memanggilmu
bukalah kaca basah itu dan biarkan ia masuk
mungkin ia ingin menangis di pelukanmu.
Matahari rupanya datang menjemput
diketuknya pula kaca dengan cahayanya yang lembut
gerimis yang rindu wajah itu hanya bisa tersipu
lalu kulihat pelangi mengambang di jendela.
Peristiwa di atas selalu berulang
setiap kali aku mengecupmu di pagi hari
kau memandang dengan sekuncup melati
lalu kautanamkan doa di antara sudut mataku.

seperti sedang memanggilmu
bukalah kaca basah itu dan biarkan ia masuk
mungkin ia ingin menangis di pelukanmu.
Matahari rupanya datang menjemput
diketuknya pula kaca dengan cahayanya yang lembut
gerimis yang rindu wajah itu hanya bisa tersipu
lalu kulihat pelangi mengambang di jendela.
Peristiwa di atas selalu berulang
setiap kali aku mengecupmu di pagi hari
kau memandang dengan sekuncup melati
lalu kautanamkan doa di antara sudut mataku.

Ketika kamu tertidur, aku di sisimu menjaga
merangkai permata kehidupan kita
hingga malam larut gulita
kusulam metafora dalam rajutan kata.
Mimpi indah tercipta.
Kutatap wajahmu, kamu manis pulas terlena
di ujung bibirmu senyum masih tersisa
seperti terselip sekuntum bunga.
Kucium bunga itu dengan kecupan mesra
di lembaran sajak kujadikan tandabaca.
Sebab itulah sajakku bermekaran warna
sebuah perjalanan di taman-taman surga
keindahan tak ada habisnya, tak ada matinya
terangkai makna ungkapan karya pujangga
di penghujung malam kupanjatkan sebagai doa.
Ketika kamu terjaga, kubacakan sebait cinta
kusaksikan sinar matamu menjelma bintang kejora
wajahmu putih ceria, pagi mengembang cahaya
itulah bagian terindah puisi yang kucipta
ketika kamu tersenyum bahagia.

merangkai permata kehidupan kita
hingga malam larut gulita
kusulam metafora dalam rajutan kata.
Mimpi indah tercipta.
Kutatap wajahmu, kamu manis pulas terlena
di ujung bibirmu senyum masih tersisa
seperti terselip sekuntum bunga.
Kucium bunga itu dengan kecupan mesra
di lembaran sajak kujadikan tandabaca.
Sebab itulah sajakku bermekaran warna
sebuah perjalanan di taman-taman surga
keindahan tak ada habisnya, tak ada matinya
terangkai makna ungkapan karya pujangga
di penghujung malam kupanjatkan sebagai doa.
Ketika kamu terjaga, kubacakan sebait cinta
kusaksikan sinar matamu menjelma bintang kejora
wajahmu putih ceria, pagi mengembang cahaya
itulah bagian terindah puisi yang kucipta
ketika kamu tersenyum bahagia.

Hujan tengah malam
gemericiknya mengusik sunyimu
kamu terjaga. Merapat ke dalam wajahku
“Aku ingin terpejam dalam tatapanmu
yang teduh hangat,” lirih bisikmu mengulang.
Dan hujan bukanlah mimpi
menghadirkan gemuruh hatimu dalam pelukan
membiarkanku menyeka basah
embun di wajahmu.
Aku terbuai imajinasi
senyum bidadari.
Kuredakan hujan dengan dekapan
kuubah desau anginnya jadi bisikan gemas
tinggal kerdip rahasiamu di celah kerlingan
yang selalu kutafsirkan rembulan malam limabelas.
Hujan berhenti tidak untuk sembunyi, sayang
ingin mendengarkan bisikbisik kita tentang
malam indah yang panjang.

gemericiknya mengusik sunyimu
kamu terjaga. Merapat ke dalam wajahku
“Aku ingin terpejam dalam tatapanmu
yang teduh hangat,” lirih bisikmu mengulang.
Dan hujan bukanlah mimpi
menghadirkan gemuruh hatimu dalam pelukan
membiarkanku menyeka basah
embun di wajahmu.
Aku terbuai imajinasi
senyum bidadari.
Kuredakan hujan dengan dekapan
kuubah desau anginnya jadi bisikan gemas
tinggal kerdip rahasiamu di celah kerlingan
yang selalu kutafsirkan rembulan malam limabelas.
Hujan berhenti tidak untuk sembunyi, sayang
ingin mendengarkan bisikbisik kita tentang
malam indah yang panjang.

Langganan:
Entri (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2011
(36)
-
▼
Maret
(32)
-
►
Mar 09
(30)
- ABOUT ME
- Menunggu Pagi
- Realita Cinta
- Gerimis
- Terbangun Di Sisimu
- Hujan Di Malah Hari
- Surga Derita
- Senja Terahir Bersamamu
- The Power Of Love
- Aku Lelaki Pecinta Hujan
- Sayap sayap Cinta
- Tentangmu
- Hujan
- Wanitaku
- Lembayung Senja
- Selamat Maming
- Harapan Yang Sirna
- Kapan Ku Bisa Lupakan
- Seperti Berada Di Ladang Ranjau
- Mengenangmu Dalam Hati
- Good Bye
- Dibalik Keindahanmu Tersimpan Kebusukan
- Good Bye Gadis Doraemon
- Kamu Gak Seperti Doraemon
- Ku Ingin Lupakan Gadis Doraemon
- Penyesalan
- Rintihan Hati
- Sayap Patahku
- Jenuh
- CINTA
-
►
Mar 09
(30)
-
▼
Maret
(32)
Heri Firmansyah Creation. Diberdayakan oleh Blogger.

